Presiden Soeharto (Almarhum)

11 Desember 2008 at 11:05 pm (sejarah Indonesia)

bapak pembangunan

bapak pembangunan

Soeharto adalah Presiden kedua Republik Indonesia. Beliau lahir di Kemusuk, Yogyakarta, tanggal 8 Juni 1921. Bapaknya bernama Kertosudiro seorang petani yang juga sebagai pembantu lurah dalam pengairan sawah desa, sedangkan ibunya bernama Sukirah.

Soeharto masuk sekolah tatkala berusia delapan tahun, tetapi sering pindah. Semula disekolahkan di Sekolah Desa (SD) Puluhan, Godean. Lalu pindah ke SD Pedes, lantaran ibunya dan suaminya, Pak Pramono pindah rumah, ke Kemusuk Kidul. Namun, Pak Kertosudiro lantas memindahkannya ke Wuryantoro. Soeharto dititipkan di rumah adik perempuannya yang menikah dengan Prawirowihardjo, seorang mantri tani.

Sampai akhirnya terpilih menjadi prajurit teladan di Sekolah Bintara, Gombong, Jawa Tengah pada tahun 1941. Beliau resmi menjadi anggota TNI pada 5 Oktober 1945. Pada tahun 1947, Soeharto menikah dengan Siti Hartinah seorang anak pegawai Mangkunegaran.

Perkawinan Letkol Soeharto dan Siti Hartinah dilangsungkan tanggal 26 Desember 1947 di Solo. Waktu itu usia Soeharto 26 tahun dan Hartinah 24 tahun. Mereka dikaruniai enam putra dan putri; Siti Hardiyanti Hastuti, Sigit Harjojudanto, Bambang Trihatmodjo, Siti Hediati Herijadi, Hutomo Mandala Putra dan Siti Hutami Endang Adiningsih.

Jenderal Besar H.M. Soeharto telah menapaki perjalanan panjang di dalam karir militer dan politiknya. Di kemiliteran, Pak Harto memulainya dari pangkat sersan tentara KNIL, kemudian komandan PETA, komandan resimen dengan pangkat Mayor dan komandan batalyon berpangkat Letnan Kolonel.

Pada tahun 1949, dia berhasil memimpin pasukannya merebut kembali kota Yogyakarta dari tangan penjajah Belanda saat itu. Beliau juga pernah menjadi Pengawal Panglima Besar Sudirman. Selain itu juga pernah menjadi Panglima Mandala (pembebasan Irian Barat).

Tanggal 1 Oktober 1965, meletus G-30-S/PKI. Soeharto mengambil alih pimpinan Angkatan Darat. Selain dikukuhkan sebagai Pangad, Jenderal Soeharto ditunjuk sebagai Pangkopkamtib oleh Presiden Soekarno. Bulan Maret 1966, Jenderal Soeharto menerima Surat Perintah 11 Maret dari Presiden Soekarno. Tugasnya, mengembalikan keamanan dan ketertiban serta mengamankan ajaran-ajaran Pemimpin Besar Revolusi Bung Karno.

Karena situasi politik yang memburuk setelah meletusnya G-30-S/PKI, Sidang Istimewa MPRS, Maret 1967, menunjuk Pak Harto sebagai Pejabat Presiden, dikukuhkan selaku Presiden RI Kedua, Maret 1968. Pak Harto memerintah lebih dari tiga dasa warsa lewat enam kali Pemilu, sampai ia mengundurkan diri, 21 Mei 1998.

from http://www.wattpad.com/79641-biografi-soeharto

Permalink Tinggalkan sebuah Komentar

PEMILU “2009”

11 Desember 2008 at 10:47 pm (suara rakyat)

Tahun 2009 adalah sebuah momen demokrasi di indonesia dimana pemilihan wakil-wakil rakyat akan dilaksanakan. Momen demokrasi ini dinantikan masyarakat ataukah cuma di acuhkan oleh rakyat indonesia. Dari pandangan saya sendiri sebagai warga negara indonesia melihat pemilu di negeri ini tidak berpihak kepada rakyat kenapa ?? karena dana untuk partai saja sampe berapa M yaa ???? kalau seandainya dana itu di bagikan kepada orang miskin di seluruh indonesia mungkin mereka akan senang dan bersyukur bahwa pemerintah masih memperhatikan mereka

PEMILU apa sih pemilu itu ?? pemilu menurut saya adalah sebuah proses yang dilakukan pemerintah untuk memilih wakil rakyat, kalau salah tolong dikoreksi. Pemilu sendiri di Indoesia merupakan agenda rutin selama 5 tahun sekali, dari jaman orde lama sampai orde baru sampai revormasi sampai sekarang. Ya seperti itulah agenda pemilu di indoenesia.

Pesta demokrasi di indonesia sebentar lagi akan diadakan, tapi apa yang terjadi di negri ini kemiskinan, krisis ekonomi, bencana dan sebagainya. Harapan rakyat indonesia hanyalah sebuah solusi yang tepat dan tidak cuma di sampaikan tapi dijalankan !!!!

Semoga negara kita menjadi bangsa yang serba bisa !!

seperti yang telah dinobatkan deklarasi BISA !! BISA APA ????????

Permalink Tinggalkan sebuah Komentar

JADI GURU …….. ?????

8 Desember 2008 at 12:44 am (suara rakyat)

pahlawan tanpa tanda jasa

pahlawan tanpa tanda jasa

Melihat fenomena seorang guru sungguh sangat mulia jasanya! Seorang yang membentuk generasi yang akan memajukan bangsa. Tapi apalah daya, nasib seorang selalu jadi anak tiri, gaji yang kecil, kesejahteraan hidup tidak diperhatikan.

Melihat generasi muda, kita bisa melihat mereka dengan cita-cita yang tinggi, tapi jarang kita melihat cita-cita menjadi seorang guru. Cita-cita mereka ingin jadi dokter, jadi presiden, jadi pengusaha, yang menurut mereka bisa menghasilkan uang yang banyak. Sedang kan seorang guru, dia hampir gak pernah mendapatkan jaminan dari pemerintah padahal mereka yang telah membentuk generasi bangsa.

Pahlawan tanpa tanda jasa !! itulah semboyang yang kita kenal, apakah itu merupakan semboyan yang dijadikan alasan atau kah dijadikan pedomanan. Seoarng pahlawan tanpa tanda jasa berarti dia tidak butuh hidup yang layak dan berkecukupan. Atau kah seorang guru menjadi tauladan yang baik dan diberikan penghargaan dan diberi jamin hidup yang layak dan berkecukupan.

Saat ini guru menjadi seorang yang sengsara, berdemo dimana-mana menanyakan nasib mereka. Turun kejalan demi gaji mereka yang telat dibayar dan sebagai nya! Apakah itu layak kita lihat, mereka adalah seorang pahlawan tapi kenapa beliau harus turun kejalan. Seharusnya pemerintah lebih memperhatikan mereka dan memberikan jaminan yang lebih kepada beliau-beliau yang telah mengabdi demi nusa dan bangsa.

Pesan baut beliau-beliau yang sedang menjabat, hargailah mereka, dan jadikan mereka seperti seorang pahalawan yang telah berjasa “MENCERDASKAN KEHIDUPAN BANGSA” dan berikan mereka kehidupan yang layak dan jaminan hidup yang jelas!!!!

Permalink 1 Komentar

Bung Hatta

7 Desember 2008 at 10:22 pm (sejarah Indonesia)

bung hatta

bung hatta

Bung Hatta yang dikenal jujur, sabar, cerdas, dan penuh ide ini memegang teguh prinsip yang diyakininya. Sebagai contoh adalah prinsip demokrasi yang diyakini beliau dapat membantu perbaikan kehidupan bangsa. Untuk itu beliau ikut memperjuangkan status Indonesia sebagai negara kesatuan yang dapat mengakomodasi aspirasi semua golongan tanpa kecuali. Beliau ikut mendukung dicabutnya pengusulan pembentukan negara yang memihak pada golongan tertentu saja.

Keteguhan Pak Hatta dalam memegang prinsip bukan semata-mata untuk kepentingan pribadi, melainkan untuk kepentingan bangsa. Ketika beliau berseberangan prinsip dengan pemerintah yang sedang berkuasa saat itu, beliau rela mengundurkan diri guna mempertahankan kesatuan bangsa.

Bung Hatta yang lembut hati, selalu mencari strategi untuk berjuang tanpa kekerasan. Senjata ampuh yang digunakan tokoh proklamator kita ini adalah otak dan pena. Dari pada melawan dengan kekerasan beliau lebih memilih untuk menyusun strategi, melakukan negosiasi, lobbying, dan menulis berbagai artikel dan buku untuk memperjuangkan nasib bangsa. Prinsip tanpa kekerasan ini muncul karena rasa hormat Bung Hatta pada sesama manusia, baik kawan atau pun lawan. Walaupun Bung Hatta tidak setuju dengan pendapat atau pun seseorang, beliau tidak lalu membenci orang tersebut, tetapi tindakan dan pendapatnyalah yang tidak beliau setujui.

Misalnya saja, Bung Hatta yang sangat kuat keteguhan beragamanya tidak menyukai hal-hal yang berbau duniawi yang pada saat itu umumnya berasal dari negeri seberang. Tapi bukan berarti dia lalu membenci orang-orang asing. Beliau memiliki banyak teman bangsa asing dan banyak pemikiran bangsa asing yang positif (disiplin, etos kerja positif) yang beliau adaptasi untuk kemajuan bangsa. Sikap ini menyebabkan Bung Hatta dihormati oleh semua orang: kawan atau pun lawan.

Bung Hatta selalu berusaha melakukan yang terbaik dalam segala hal, misalnya dengan bersikap hati-hati dan melakukan perencanaan yang matang. Semua tugas-tugas yang dibebankan kepadanya dilakukan dengan sepenuh hati, dan direncanakannya dengan sebaik mungkin agar memperoleh hasil yang maksimal.

Semua pidato dan kata-kata beliau untuk publik pun disiapkan secara profesional. Keputusan-keputusan diambil setelah sebelumnya dipikirkan dengan saksama dan didukung dengan data dan informasi yang cukup. Beliau tidak menginginkan terjadinya kegagalan yang disebabkan kecerobohan atau pun karena kurang persiapan.

Bung Hatta merupakan tokoh yang selalu berkarya nyata. Salah satu karya monumental beliau adalah bentuk koperasi. Pemikiran ini dituangkan pada pembentukkan koperasi pengusaha batik, yang akhirnya sukses sampai saat ini. Koperasi tersebut berhasil mendorong kemajuan bagi pengusaha batik dan memberi mereka kesempatan untuk memperluas usaha dengan ekspor. Karya-karya lainnya adalah berbentuk tulisan.

Pada saat bangsa Indonesia masih berkutat untuk menumbuhkan minat baca, beliau sudah jauh lebih maju, yaitu dengan memberikan teladan bagi bangsa Indonesia untuk menumbuhkan budaya menulis. Kegiatan tulis-menulis ini telah beliau lakukan sejak masih belajar di negeri Belanda sampai akhir hayatnya. Tak terhitung lagi jumlah artikel dan buku yang telah beliau tulis. Sebuah monumen intelektual berupa perpustakaan di Bukittinggi pun telah didirikan untuk mengenang Pak Hatta.

Walaupun Bung Hatta sudah tiada, beliau tetap hidup melalui pemikiran, prinsip, dan kualitas pribadi beliau yang positif. Menjelang peringatan hari kemerdekaan Indonesia, bersamaan dengan 100 tahun kelahiran tokoh proklamator kita ini, sudah selayaknyalah kita teladani sisi positif kualitas kepemimpinan beliau yang berpegang teguh pada prinsip, berjuang tanpa kekerasan, berusaha melakukan yang terbaik, dan senantiasa berkarya untuk kepentingan bangsa.

Permalink Tinggalkan sebuah Komentar